Kamis, 13 Januari 2011

Bilangan Berpangkat


Pecahan adalah bilangan dalam bentuk a/b dengan a dan b bilangan bulat (b tidak samadengan 0). Cara menentukan pecahan yang dipangkatkan dengan bilangan bulat sama caranya dengan menentukan menentukan hasil bilangan bulat yang dipangkatkan bilangan bulat.

Rabu, 01 Desember 2010

TUGAS MATEMATIKA KELAS 9 SMPN 2 KOTABARU




Tugas Matematika ini harus dikerjakan pada kertas folio bergaris dan di kumpulkan paling lambat tanggal 11 Desember 2010.



TUGAS AKHIR MATEMATIKA KLS 9 SEMESTER 1 SISWA SMPN 2 KOTABARU THN 201









          1. Sebutkan jumlah diagonal bidang pada sebuah balok... !


          2. Dibawah sinar matahari panjang bayangan sebuah pohon 12 m. Pada saat yang sama panjang banyangan Roy yang tingginya 150 cm adalah 2 m tinggi pohon sebenarnya adalah... m

          3. Sebuah tabung mempunyai volum 2.464 cm3 jika jari-jari tabung tersebut adalah 7 cm maka tinggi tabung tersebut adalah (π = 22/7)

          4. Diketahui sebuah bola dengan jari-jari 3 cm , volum bola tersebut adalah…….cm3 (π = 22/7)

          5. Hitunglah volum kerucut yang berdiametr 7 dm dan tinggi 10 cm !


          6. Hitunglah Panjang garis pelukis kerucut yang mempunyai jari-jari 12 cm dan tingginya 16 cm


          7. Sebuah tempat air berbentuk setengah bola yang panjang jari-jarinya 10 cm penuh berisi air. Seluruh air dalam bola dituang ke dalam wadah berbentuk tabung yang panjang jari-jarinya sama dengan jari- jari bola. Hitunglah Tinggi air dalam wadah


          8. Dua bola masing-masing berjari-jari r1 dan r2 . Jika r1 = 3r2 , Hitunglah perbandingan volume V1 : V2


          9. Untuk mengetahui prestasi matematika siswa SMP kelas II di suatu provinsi dicatat prestasi matematika siswa SMP kelas II pada beberapa sekolah di provinsi tersebut. Tentukan Populasi pada penelititan tersebut !


          10. Rata-rata tinggi 4 orang anak 147 cm. Setelah masuk satu anak lagi kedalam kelompok tersebut, rata-rata tinggi anak dalam kelompok itu menjadi 148 cm. Tentukan Tinggi anak yang baru masuk

          11. Volume suatu kerucut 8316 cm3 dan tingginya 18 cm. Hitunglah Panjang jari-jari alas kerucut dengan π = 22/

          12. Jika perbandingan jari-jari dua bola adalah 1 : 2 maka tentukanlah perbandingan volumenya .


          13. Bila sebuah dadu dilempar 500 kali, maka frekuensi harapan muncul mata dadu prima

          14. Tentukan Kejadian acak yang mungkin muncul dari pelemparan 2 buah uang logam yang mempunyai sisi gambar (G) dan sisi angka (A)


          15. Sebuah kotak berisi 5 bola berwarna hitam, 3 bola berwrna merah, dan 2 bola berwarna putih. Satu bola diambil secara acak ( random Tentukan peluang terambilnya bola berwarna hitam !

          16. Dalam sebuah kotak terdapat 5 buah kelereng hujau, 4 kelereng merah, 8 kelereng putih, apabila diambil satu kelereng secara acak, tentukan peluang terambilnya kelereng merah

          17. Dari 5200 orang Diketahui peluang seorang terkena penyakit polio 0,03, tentukan banyaknya orang yang terkena penyakit polio


          18. Tentukan Modus dari data 8,6,6,7,5,10,9,7,5,7,


          19. Departemen kesehatan melakukan penelitian berat badan siswa SMP di Kabupaten Kotabaru. Tentukan Populasi dari penelitian tersebut!


          20. Tentukan Modus dari data 4,5,6,7,4,4,3,2,4,1

          Senin, 27 September 2010

          Pengertian Relasi ,Fungsi, dan Jenis Fungsi

          Galileo Galilei (1564-1642) merupakan salah satu astronom terkenal dari Italia yang dikenal luas dengan penemuannya tentang hubungan yang sangat teratur antara tinggi suatu benda yang dijatuhkan dengan waktu tempuhnya menuju tanah.Konsep “fungsi” terdapat hampir dalam setiap cabang matematika, sehingga merupakan suatu yang sangat penting artinya dan banyak sekali kegunaannya. Akan tetapi pengertian dalam matematika agak berbeda dengan pengertian dalam kehidupan sehari-hari.Dalam pengertian sehari-hari, “fungsi” adalah guna atau manfaat. Kata fungsi dalam matematika sebagaimana diperkenalkan oleh Leibniz (1646-1716) terlihat di atas digunakan untuk menyatakan suatu hubungan atau kaitan yang khas antara dua himpunan.Mengingat konsep fungsi menyangkut hubungan atau kaitan dari dua himpunan, maka disini kita awali dulu pembicaraan kita mengenai fungsi dengan hubungan atau relasi antara dua himpunan.A.Pengertian RelasiSuatu relasi (biner) F dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu perkawanan elemen-elemen di A dengan elemen-elemen di B.B.Pengertian RelasiSuatu relasi (biner) F dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu perkawanan elemen-elemen di A dengan elemen-elemen di B. didefinisikan sebagai berikut :Definisi: Suatu fungsi f dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu relasi yang memasangkan setiap elemen dari A secara tunggal, dengan elemen pada B.C.Sifat FungsiDengan memperhatikan bagaimana elemen-elemen pada masing-masing himpunan A dan B yang direlasikan dalam suatu fungsi, maka kita mengenal tiga sifat fungsi yakni sebagai berikut :1. Injektif (Satu-satu)Misalkan fungsi f menyatakan A ke B maka fungsi f disebut suatu fungsi satu-satu(injektif), apabila setiap dua elemen yang berlainan di A akan dipetakan pada dua elemen yang berbeda di B. Selanjutnya secara singkat dapat dikatakan bahwa f:A→B adalah fungsi injektif apabila a ≠ a’ berakibat f(a) ≠ f(a’) atau ekuivalen, jika f(a) = f(a’)maka akibatnya a = a’.2. Surjektif (Onto)Misalkan f adalah suatu fungsi yang memetakan A ke B maka daerah hasil f(A) dari fungsi f adalah himpunan bagian dari B. Apabila f(A) = B, yang berarti setiap elemen di B pasti merupakan peta dari sekurang-kurangnya satu elemen di A maka kita katakan f adalah suatu fungsi surjektif atau “f memetakan A Onto B”.3.Bijektif (Korespondensi Satu-satu)Suatu pemetaan f: A→B sedemikian rupa sehingga f merupakan fungsi yang injektif dan surjektif sekaligus, maka dikatakan “f adalah fungsi yang bijektif” atau “ A dan B berada dalam korespondensi satu-satu”D.Jenis – jenis FungsiJika suatu fungsi f mempunyai daerah asal dan daerah kawan yang sama, misalnya D, maka sering dikatakan fungsi f pada D. Jika daerah asal dari fungsi tidak dinyatakan maka yang dimaksud adalah himpunan semua bilangan real (R). Untuk fungsi-fungsi pada R kita kenal beberapa fungsi antara lain sebagai berikut.a. Fungsi Konstanb. Fungsi Identitasc. Fungsi Lineard. Fungsi Kuadrate. Fungsi Rasionalartikel diatas hanya pengertian singkat dari relasi, fungsi dan jenis fungsi,untuk artikel lengkapnya tentang artikel diatas silakan download artikel ini dalam format PDF dibawah ini…
          download .... Sumber..http://ilmutambah.wordpress.com/2009/08/31/pengertian-relasi-fungsi-sifat-dan-jenis-fungsi/

          Jumat, 11 Juni 2010

          Senin, 09 November 2009

          Kenali Gaya Belajar Anak

          "Orangtua dan guru harus kenal gaya belajar anak secara tepat agar anak tak frustasi karena dinilai
          Tulisan Ozu rapih dan enak dibaca. Di dalam buku catatan sekolahnya banyak sekali simbol atau gambar daripada kata-kata. Kalau mencari buku bacaan, Ozu akan membolak-batik gambarnya atau penggambaran suasana cerita. Jika membaca atau mendengar kata bunga, dia mencatatnya dengan gambar bunga, atau kata "meningkat" akan ditulisnya berupa tanda panah ke atas. Di kelas dia lebih suka kalau guru menerangkan sesuatu dengan gambar. Bagi Ozu segala sesuatu yang ia dengar, harus ditulis kembali dalam satu daftar. Tak jarang dia membuat titian keledai dengan nama yang mudah diingat untuk mengingat pelajaran.Sedangkan, buku tulis Gladys lebih banyak halaman kosong dan tulisannya tak cukup rapih. Gladys selalu bilang sudah memahami pelajaran dengan baik, jadi tidak perlu ada catatan. Di dalam kelas Gladys selalu aktif bertanya, ia juga dianggap cermat mendengarkan pelajaran. Di rumah Gladys lebih asyik bermain PS dan selalu membaca ulang komik-komik yang dibeli, sampai hafal dialognya la selalu ingat kata-kata yang didengar?nya. Jangan coba-coba berjanji dengan Gladys, pasti akan dikejarnya.Lain lagi dengan Fani yang selalu mempraktikkan perkataan guru di kelas. Dia paling suka melakukan percobaan. Semua tugas praktik dalam buku pelajaran dengan antusias dikerjakannya sendiri. Fani semangat bertanya hal apa saja yang ingin diketahuinya untuk bisa dilakukan. Dia paling sering membantu bibi memasak. Ibunya mengaku jarang melihat Fani duduk membaca dan menu?lis terus menerus dengan tertib di dalam kamar.Orangtua harus menyadari bahwa anak memiliki gaya belajar berbeda untuk mengembangkan potensinya. Mari kita bayangkan bahwa potensi anak berada di dalam satu kotak tertutup. Untuk membuka kotak tersebut, diperlukan kunci. Kunci yang dimaksud adalah bagaimana orangtua dapat memahami gaya belajar anak, sehingga tidak perlu merasa cemas kalau melihat anak tampak santai di rumah karena tidak belajar. Tiap individu memiliki kekhasan sejak lahir dan diperkaya melalui pengalaman hidup. Yang pasti semua orang belajar melalui alat inderawi, baik penglihatan, pendengaran, dan kinestetik. Psikolog pendidikan menyakini bahwa setiap orang memiliki kekuatan belajar atau modalitas belajar. Semakin kita mengenal baik modalitas belajar kita maka akan semakin mudah dan lebih percaya diri di dalam menguasai suatu keterampilan dan konsep-konsep dalam hidup. Tiap individu memiliki kekhasan sejak lahir dan diperkaya melalui pengalaman hidup. Yang pasti semua orang belajar melalui alat inderawi, baik penglihatan, pendengaran, dan kinestetik. Psikolog pendidikan menyakini bahwa setiap orang memiliki kekuatan belajar atau modalitas belajar. Semakin kita mengenal baik modalitas belajar kita maka akan semakin mudah dan lebih percaya diri di dalam menguasai suatu keterampilan dan konsep-konsep dalam hidup. Belajar berawal dari rumah! Anak belajar melalui apa yang ia lihat, dengar, dan sentuh. Satu dari tiga saluran inderawi -visual, auditori dan kinestetik- adalah salah satu cara untuk belajar dengan baik. Salah satu faktor yang mempengaruhi cara belajar anak adalah persepsi, yaitu bagaimana dia memperoleh makna dari lingkungan. Persepsi diawali lima indera: mendengar, melihat, mengecap, men?cium,dan merasa.Didunia pendidikan, istilah modalitas mengacu khusus untuk penglihatan, pendengaran, dan kinestetik. Modalitas visual menyangkut penglihatan dan bayangan mental. Modalitas pen?dengaran merujuk pada pendengaran dan pembicaraan. Modalitas kinestetik merujuk gerakan besar dan kecil. Salah satu tanda mengenali gaya bela?jar seseorang melalui kalimat yang ia gunakan. Tipe visual akan bicara misalnya, " Mama, lihat muka Indri dong jika mau bicara sesuatu." Bu Guru bisa melihat apa yang aku maksudkan barusan?" Sedang?kan, tipe auditori mengatakan, "Mama, dengerin, aku mau cerita:'Tipe kineste?tik cenderung berbicara sangat singkat, bahkan tanpa komentar apapun. Tanpa disadari gaya belajar mempenga?ruhi seseorang memilih tempat duduk. Tipe visual lebih memilih duduk di baris depan. Tipe auditori cenderung duduk di tengah-tengah. Tipe kinestetik, lebih memilih duduk di sebelah kanan, dekat pintu. Mereka akan segera melarikan diri jika merasa tidak perlu mendengarkan. Apa yang bisa dibantu orangtua? Dengan memahami gaya belajar anak berarti akan membuat anak lebih bahagia. Karena respons orangtua terhadap kebutuhan dirinya tepat. Bagi anak dengan gaya belajar kinestetik, maka orangtua atau guru diharap pula aktif bersikap fisik.Anak tak mau buang waktu untuk bicara dan cenderung langsung pada apa yang harus dikerjakan. Anak sangat energik dan selalu nomor satu berdiri di depan barisan. Jika mendengarkan musik, dia bergoyang sesuai irama. Jika diajak jalan-jalan, tangannya mencoba menyen?tuh apa saja. Pilih mainan roda dua, tali lompat, bola, cat air, clan dough. Anak juga suka main drama. Penegakkan disiplin tak cukup hanya verbal, karena tak berpengaruh. Perlu digunakan cara time out. Anak tipe auditori terlihat gemar bicara. Di kelas sering mengganggu anak lain dengan teriakan dan cerita-ceritanya. Anak ini pencinta musik apa saja. Pilih berbagai macam CD dan alat musik main?an. Beri kesempatan sebanyak mungkin untuk bicara, menyanyi, mendengarkan, dan berteriak. Penegakan disiplin cukup dengan kata-kata. Gunakan dialog dan tatap muka untuk menjelaskan masalah yang perlu menjadi perhatiannya. Anak tipe visual tampak terpaku dalam mengamati sesuatu. Dia penuh rasa ingin tahu terhadap hal baru. Orangtua dapat memberikan kesempatan melalui gambar-gambar. Berbagai perlengkapan seperti papan tulis, krayon, cat air, spidol, gunting clan lem bisa disiapkan untuknyz Termasuk main-an boneka-boneka yang dapat diganti pakaiannya. Disiplin ditegakkan dengan mengacu pada orangtua. Mereka tidak membutuhkanperkataan panjang lebar, tetapi cukup mencontoh perbuatan orangtua. Hadiah cukup dengan senyum lebar, dan ekspresi orangtua terhadap kegiatan mereka.Peraturan bagi orang tua :1. Sadari tipe gaya belajar anak. Tipe kinestetik, visual, auditori atau kombinasi. 2. Sadari tipe gaya belajar diri. Orangtua bisa saja memiliki gaya belajar berbeda dengan anaknya.3. Penuhi anak dengan kesempatan agar dia berhasil dalam modalitas yang dimilikinya.4. Disiplin dan beri hadiah sesuai dengan gaya belajarnya.5. Selalu melihat posisi terbaik yang dimiliki anak untuk dikembangkan. 6. Bantulah anak menggunakan strategi modalitas untuk menguasai berbagai keterampilan clan konsep lainnya.--*
          Karakteristik Gaya Belajar
          Visual
          Gaya, Belajar melalui pengamatan: mengamati peragaan Membaca, Menyukai deskripsi, sehingga seringkali ditengah-tengah membaca berhenti untuk membayangkan apa yang dibacanya.Mengeja, Mengenali huruf melalui rangkaian kata yang tertulis Menulis, Hasil tulisan cenderung baik, terbaca jekas dan rapi. Ingatan, Ingat muka lupa nama, selalu menulis apa saja. Imajinasi, Memiliki imajinasi kuat dengan melihat detil dari gambar yang ada.Distraktibilitas, Lebih mudah terpecah perhatiannya jika ada gambar. Pemecahan, Menulis semua hal yang dipikirkan dalam suatu daftar. Respons terhadap periode kosong aktivitas, Jalan-jalan melihat sesuatu yang dapat dilihat.Respon untuk situasi baru, Melihat sekeliling dengan mengamati struktur. Emosi, Mudah menangis dan marah, tampil ekspresif Komunikasi, Tenang tak banyak bicara panjang, tak sabaran mendengar, lebih banyak mengamati.Penampilan, Rapi, paduan warna senada, dan suka urutan. Respon terhadap seni, Apresiasi terhadap seni apa saja yang dilihatnya secara mendalam dengan detil dan komponen, daripada karya secara keseluruhan.
          Auditori
          Gaya, belajar melalui instruksi dari orang lainMembaca, Menikmati percakapan dan tidak memperdulikan ilustrasi yang adaMengeja, Menggunakan pendekatan melalui bunyi kataMenulis, Hasil tulisan cenderung tipis, seadanyaIngatan, ingat nama lupa muka,ingatan melaui pengulangan.Imajinasi, Tak mengutamakan detil, lebih berpikir mengandalkan pendengaran.Distraktibilitas, Mudah terpecah perhatiannya dengan suara.Pemecahan, Pemecahan masalah melalui lisan.Respons terhadap periode kosong aktivitas, Ngobrol atau bicara sendiri.Respon untuk situasi baru, Bicara tentang pro dan kontra.Emosi, Berteriak kalau bahagia, mudah meledak tapi cepat reda, emosi tergambar jelas melalui perubahan besarnya nada suara, dan tinggi rendahnya nada.Komunikasi, Senang mendengar dan cenderung repetitif dalam menjelaskan.Penampilan, Tak memperhatikan harmonisasi paduan warna dalam penampilan.Respon terhadap seni, Lebih memilih musik. Kurang tertarik seni visual, namun siap berdiskusi sebagai karya secara keseluruhan,tidak berbicara secara detil dan komponen yang dilihatnya.
          Kinestetik
          Gaya, Belajar melalui melakukan sesuatu secara langsungMembaca, Lebih memiliki bacaan yang sejak awal sudah menunjukkan adanya aksi.Mengeja, Sulit mengeja sehingga cenderung menulis kata untuk memastikannyaMenulis, Hasil tulisan "nembus" dan ada tekanan kuat pada alat tulis sehingga menjadi sangat jelas terbaca.Ingatan, Lebih ingat apa yang sudah dilakukan, daripada apa yang baru saja dilihat atau dikatakan.Imajinasi, Imajinasi tak terlalu penting, lebih mengutamakan tindakan/kegiatan.Distraktibilitas, Perhatian terpecah melalui pendengaranPemecahan, Pemecahan masalah melalui kegiatan fisik dan aktivitas.Respons terhadap periode kosong aktivitas, Mencari kegiatan fisik bergerak.Respon untuk situasi baru, Mencoba segala sesuatu dengan meraba, merasakan dan memanipulasi.Emosi, Melompat-lompat kalau gembira, memeluk, menepuk, dan gerakan tubuh keseluruhan sebagai luapan emosi.Komunikasi, Menggunakan gerakan kalau bicara, kurang mampu mendengar dengan baik.Penampilan, Rapi, namun cepat berantakan karena aktivitas yang dilakukanRespon terhadap seni, Respons terhadap musik melalui gerakan. Lebih memiliki patung, melukis yang melibatkan aktivitas gerakan.
          teks DR Reni Akbor Howodi Psi. Fok. Psikologi U1.
          :: Back to Top

          Artikel Lainnya :
          Manfaat mengoceh untuk bayi
          Born to be a Genius but Conditioned to be an Idiot
          Hypnosis ? The Art of Subconscious Communication (2)
          Becoming a Money Magnet
          Emosi : Kunci Rahasia Kebijaksanaan
          Bahaya ?Berpikir? Positip
          Hypnosis ? The Art of Subconscious Communication (1)
          Becoming a Great Teacher
          Konsep Diri Positif : Kunci Keberhasilan Hidup
          Sekolah Dirancang Untuk Menghasilkan Orang-orang Gagal
          :: Other Articles

          Home Profile Events Programs Franchise Book & Tools Articles Testimonial FAQ Contact
          Copyright © 2005 by Mathemagics. All Rights Reserved.www.mathe-magics.com terms of user Privacy policy.Designed & Maintenance by VISIWEB.